AKU Haris
Terlahir dari ibu bapak yang
pekerja keras demi membahagiakan anaknya , bukan tidak mungkin aku akan melupakan itu semua,
Lahir dari lima orang saudara/ri 3
laki laki dan dua perempuan aku anak kedua dan kakaku perempuan ,
KERJA KERAS bagi ku sangat biasa karna dari sejak aku di lahirkan
kedunia ini , hinga aku di besarkan dan biasa berjalan , aku sudah di kenalkan
dengan penderitaan , tapi waktu aku umur 4 tahun aku terkena penyakit lemah jantung dan mengalami sesat nafas yang
terus menerus di setiap jalanya kaki melangkah dan waktu berputar. Tidak sempat
di rawat di rumah sakit karna keterbatasan
ekonomi keluara. Akhirnya aku dari kecil sudah di perkenalkan minum obat
ramuan dari , kampong dan tidak pernah merasakan obat yang di buat oleh
pemerintah, alias medis .
MASUK DUNIA PENDIDIKAN , aku masuk
sekolah sekolah dasar SD di Desaku yakni MIS Alfatah W.t sangat jauh dari rumahku mungkin sekarang
karna banyaknya kendaraan yang berlalulalang
terasa dekat sekali , kara waktu itu ia bias saya bilang desa yang
terpencil dan tertinggal, terlupakan
oleh para pemimpin Negara karna
keadaan sangat jauh mengharuskan aku tingal di rumah mama tua keluarga dekat. Yang rumahnya berdekatan dengan sekolah
tempat saya belajar , dari sana aku belajar mandiri terkadang aku merasa cape dengan kemndirian ku karna sebab umurku sangat relative masih
kecil belum ditambah rindu dengan ibu & ayah keluarga ,.
Karna gak tahan pengen dekat dengan
keluarga . sama emak & bapa aku hanya bisa tingal di rumah keluargaku
sampai kelas 3 saja setelah itu aku bisa
tinggal barang lagi sama keluarga . aku lebih memilih berjalan kaki dengan jauh
sekitar 6 KM Asalkan bisa tinggal barang sama keluarga ,
Jujur di bangku sekolah aku anak
didik yang bias di bilang bodo karna keterbatasan saya dalam meloding sebuah
pelajaran, dan cumin satukali dapat juara
kalau tidak salah kelas empat
itupun bukan juara satu atau daua juara 6 . ya aku juga bingunng kok
saya hisa dapat juara karna masih banyak yang lebih dari saya yang lodingnya
lebih cepat tapi sudalah guru memang paling benar,. 2009 si lama
aku melangkah ke kisah selanjutnya Beranjak meraantau dan menepak kaki di Lombok.

yang komentar silahkan komentar !!!
BalasHapus